Locke dan Pertanyaan Seputar Identitas Diri


Ketika saya membaca ‘Dunia Sophie’ karya penulis Norwegia, Jostein Gaarder, perhatian saya tertuju pada satu kalimat yang saban hari membuat saya merenung pada bagian pembuka buku itu, yaitu pertanyaan “siapakah saya?“

Seperti Sophie Amundsend dalam novel tersebut, saya mulai berpikir tentang hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya tentang diri saya sendiri. Pertanyaan itu membuat saya bertanya-tanya: Apakah yang membentuk identitas diri kita sebagai manusia, apakah itu nama, rupa ataukah yang lainnya?

Di sisi lain, bukankah aneh bahwa kita kesulitan menjelaskan siapa diri kita sendiri (ataukah ini hanya terjadi kepada saya saja)? Banyak hal yang berada di bawah kendali dan pilihan-pilihan kita, tetapi jelas kita tidak dapat memilih diri pribadi kita sendiri—atau seperti kata Sophie—“kita bahkan tidak pernah memilih menjadi seorang manusia.”

Pertanyaan “siapakah saya” merupakan sebuah pertanyaan mendasar dalam filsafat terkait identitas diri. Hal ini sudah menjadi perdebatan nomor wahid bagi para filsuf, termasuk filsuf yang dalam tulisan ini akan saya ulas: John Locke (1632-1704). Apakah hal yang kita sebut “diri” bersemayam dalam jiwa, dalam tubuh ataukah dalam kombinasi keduanya adalah pertanyaan besar bagi filsuf berdarah Inggris ini.