Apa yang membuat kita dapat memahami realitas dan keberadaan kita? Bagaimana cara kita mengonseptualisasikan realitas menjadi sebuah kesadaran eksistensial? Dan bagaimana jika suatu hari, semua itu secara spontan menjadi mudah untuk dimengerti, yang alih-alih membawa kita ke tahap yang lebih evolusioner, justru membawa kita pada krisis yang tak pernah kita alami sebelumnya—apa yang akan kita lakukan?
Judul Asli | Homo Deus: A Brief History of Tomorrow |
Penulis | Yuval Noah Harari |
Terjemahan | Yanto Musthofa |
Penerbit | Pustaka Alvabet |
Terbit | 2016/2018 |
Tebal | 525 halaman |
ISBN | 9786026577337 |
Saya kerap masih memikirkan pertanyaan-pertanyaan berat seperti itu setelah menyelesaikan 'Homo Deus'. Buku yang cukup provokatif dari Yuval Noah Harari.
Profesor muda di Universitas Ibrani Yarussalem ini ialah penulis yang memiliki atribusi dan integrasi yang besar. Harari mengumpulkan begitu banyak temuan dari berbagai disiplin ilmu, lalu menyatukannya dalam satu sudut pandang yang mungkin tidak pernah0 kita duga sebelumnya. Tidak mengherankan jika peraih hadiah Nobel Ekonomi, Daniel Kahneman, berkata bahwa Homo Deus merupakan sebuah buku yang sanggup "mengejutkan Anda, juga menghibur Anda. Dan yang terpenting, buku ini membuat Anda berpikir dengan cara yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya."